1Tawarikh 21:1 vs 2Samuel 24:1
September 25th, 2008
Kirim Ke Teman
Mengapa dalam 1Tawarikh 21:1 dikatakan “iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud,” sementara dalam 2Samuel 24:1 dikatakan “Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel ; Ia menghasut Daud.”
Manakah yang benar?
Memang banyak orang telah mencoba untuk mengungkapkan argumen mengapa kedua ayat itu bisa nampak sangat berbeda. Tapi, alasan yang paling dominan yang sering saya dengar adalah alasan perbedaan waktu dan penulis kedua kitab.
Beda waktu dan penulis jelas dapat berdampak pada perbedaan cara pandang terhadap suatu peristiwa, misalnya seorang yang rumahnya habis dirampok, pada saat itu akan mengatakan “iblis telah mengirim perampok ke rumahku.”
Tetapi, ketika ada peristiwa lain yang menyusul peristiwa itu dan ternyata justru menguntungkan bagi si korban perampokan, maka ia bersaksi “TUHAN telah menguji saya melalui peristiwa perampokan.”
Cukup logis, tapi benarkah demikian?
Dalam naskah Ibraninya, 1Tawarikh 21:1 berbunyi “ויעמד שׂטן על־ישׂראל” (wayya’mod satan ‘al-Yisra’el)
Kata “שׂטן” (SATAN) di situ oleh sebagian besar penerjemah Alkitab diterjemahkan “setan” atau “iblis.” Padahal, dalam Bahasa Ibrani, kata SATAN tidak selalu berarti “setan” atau “iblis.”
Bandingkan Bilangan 22:32 “הנה אנכי יצאתי לשׂטן” (hinne Anokhi yatsathi le-satan)
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menerjemahkan ayat ini “lihat, Aku keluar sebagai lawanmu.” Kata “SATAN” pada ayat ini diterjemahkan “lawan” sebab yang berbicara saat itu adalah malaikat
“Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: ‘Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan.’” (Bil. 22:32)
Jadi jelas di sini bahwa kata “SATAN” tidak selalu berarti “iblis” atau “setan.” Biasanya dalam Perjanjian Lama, jika kata ini berarti “setan” atau “iblis” maka diberi kata sandang “HA” menjadi “HASSATAN” [band. Ayub 1:6 "ויבוא גם־השׂטן בתוכם" (wayyivo gam-Hassatan bethokham) (dan di antara mereka datanglah juga Satan/Iblis)].
Dengan demikian, 1Tawarikh 21:1 seharusnya diterjemahkan “Musuh/lawan bangkit melawan orang Israel dan mendorong Daud untuk menghitung orang Israel”
Kata “סוּת” (SUTH) oleh LAI diterjemahkan “membujuk.” Kata ini memiliki banyak arti, bisa “membujuk, memprovokasi, memanas-manasi, memaksa, mendorong, dsb.” Dalam ayat ini saya pikir lebih tepat diterjemahkan “memaksa” atau “mendorong.” Sehingga dalam 2Samuel 24:1 juga dapat diartikan “Murka TUHAN terhadap orang Israel bangkit dan mendorong Daud untuk melawan mereka”
Bagaimana menjelaskannya?
Ketika TUHAN mendorong Daud untuk melakukan sensus, TUHAN menggunakan musuh atau lawan (SATAN) Daud untuk melawan orang Israel, sehingga memaksa Daud untuk melakukan sensus.
Hal ini mirip dengan 1Raja-raja 11:14 “Kemudian TUHAN membangkitkan seorang lawan Salomo, yakni Hadad, orang Edom”
Naskah Ibraninya “ויקם יהוה שׂטן לשׁלמה את הדד האדמי” (wayyaqem YHWH satan li-Shelomo eth Hadad ha-Adomi)
TUHAN biasanya menggunakan musuh-musuh atau lawan-lawan Israel untuk menjalankan rencana-Nya atas bangsa itu. Bandingkan juga ketika TUHAN menguji iman Ayub, IA memakai Iblis untuk menjalankan rencana-NYA. Ini adalah pemahaman teologi yang lazim bagi masyarakat Ibrani.
Yesus sendiri, ketika dicobai oleh Iblis, dituntun pertama kali oleh Roh Kudus (Matius 4:1 band. Lukas 4:1).
Immanu-El
Yosi Rorimpandei