Apakah Yesus Menikah?
Desember 22nd, 2007
Kirim Ke Teman
Dalam sebuah blog aku membaca tulisan seperti berikut:
RITUAL PERNIKAHAN
Di dalam Bible, Kitab Kidung Agung pasal 1:2-4 dikisahkan tentang ritual pernikahan sebagai berikut :
Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur,harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu! Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu!
Dalam ayat tersebut ada point-point penting :
- Mencium
- Harum bau minyak
- Tariklah aku dibelakangmuPoint-point tersebut adalah khas dalam ritual pernikahan bangsa Yahudi, dan ketiga point tersebut terdapat juga dalam kisah perempuan yang datang menemui Yesus di rumah Simon, mari kita lihat ayatnya :
“Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.” Lukas 7:38
Adanya kesamaan antara yang dilakukan oleh perempuan itu terhadap Yesus dengan ritual pernikahan bangsa Yahudi, sangat kuat mengindikasikan bahwa apa yang sedang dilakukan perempuan itu terhadap Yesus adalah sebagai ritual pernikahan dirinya dengan Yesus.
Bila yang dilakukan perempuan itu terhadap Yesus ditafsirkan sebagai ritual pernikahan, maka hal itu tidak bertentangan dengan sabda Yesus dan hukum Taurat, namun bila yang dilakukan perempuan itu ditafsirkan sebagai kasihnya kepada Yesus karena dosa-dosanya telah diampuni, maka antara Yesus dengan perempuan itu telah terjadi perzinahan karena perempuan itu bukan muhrimnya dan sesuai hukum Taurat harus dihukum mati.
Tidak mungkin dengan alasan apapun Yesus mengizinkan seorang perempuan menciumi dirinya jika perempuan itu bukan istrinya.
Tanggapanku:
1. Kidung Agung 1:2-4 bukanlah berisi ritual pernikahan Yahudi, melainkan kisah dua orang mempelai dalam mengekspresikan cinta mereka. Sebab, dalam ritual pernikahan Yahudi, mempelai pria akan mengelilingi mempelai wanita, BUKAN mempelai pria ditarik di belakang mempelai wanita (Kid. 1:4), APALAGI mempelai wanita berdiri di belakang mempelai pria (Luk. 7:38).
2. “Mencium” dalam tradisi Yahudi bukanlah semata-mata menunjukkan cinta kasih mempelai, tapi juga menjadi simbol pertemuan, penghormatan keagamaan, penaklukan, dan permohonan.
Dalam alkitab, ada beberapa tradisi “mencium” yang diceritakan, misalnya dalam 1Raja-raja 19:18 (simbol keagamaan), Matius 26:48 (Yudas mencium Yesus), dan sebagainya.
“Mencium kaki” tidak lazim dalam tradisi Yahudi dan tidak pernah digunakan dalam ritual pernikahan.
3. “Meminyaki dengan minyak wangi” juga tidak termasuk dalam ritual pernikahan, dimana mempelai wanita meminyaki mempelai pria dengan minyak wangi. Namun, dalam pernikahan, merupakan suatu hal yang lazim bagi seorang mempelai wanita untuk menggunakan minyak wangi.
Anton said:
trima kasih ats uraiannya
Phainell said:
Cerita ini asli rekayasa, tidak pernah Yesus menikah, karena Dia Allah Yang Maha Kudus, Dia lahir dari seorang perempuan yang bernama Maria, dan Rohul Kudus ( Roh Allah ) turun atas Maria.
Kejadian Yesus beda dengan kejadian Adam, dari debu tanah dan hanya di tiup napas Allah, tetapi Yesus, di naungi oleh Roh Allah, itulah sebabnya tidak ada cela atas diri Tuhan Yesus Kristus Juru Selamatku,
Aku mengaku dengan iman bahwa Yesus adalah Tuhan dan aku menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamatku.
Siapa yang akan datang ke dua kali pada akhir zaman ?
Siapa yang menjadi Hakim Yang Adil pada hari kiamat ?
Tidak-kah kalian takut akan azab yang akan di timpakan kepada kalian yang merekayasa cerita Tuhan Yesus dengan akal dan pikiran yang dangkal…
Kasihan sekali kalau kalian hanya akan menjadi pengisi neraka jahanam.
Bertobatlah dan jangan merekayasa cerita Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus memberkati kalian
vie said:
cerita diatas benar2 suatu cerita yg hanya ingin menjatuhkan nilai dr
suatu agama atau dgn kata lain mencari2 letak keslhan or kelemahan dr agama lain…
arti ciuman yg diberikan pd Yesus adlh semata2 suatu penghormatan kpd sang Juruselamat dr perempuan yg berdosa & minyak yg dipakai adlh minyak narwastu yg jk dinilai harganya sgt2lah mahal so artinya perempuan ini dgn begt relanya dan karna kasih serta penghormatannya kpd Tuhannya membuat dia berani berkorban sesuatu yg sgt berharga yg menjd miliknya jd tdk ada unsur perzinahannya sm sekali.
hanya org yg tdk bs menilai or tdk punya intelektuallah yg dpt mengatakan bahwa dlm cerita diatas Yesus melakukan perzinahan
so ingatlah akan 1 hal tdk ada didunia ini ajaran yg mengajarkan “kasihilah musuhmu spt engkau mengasihi dirimu sendiri” selain dr ajaran Yesus & tdk ada 1 pun agama didunia ini yg dgn berani berkata spt yg dikatakan Yesus “Akulah jalan keselamatan”
april said:
duccchhh…bingung nech,,,yg bner yg mana sech????
aku masih awam ma injil,,tapi pengen tau injil n juga pngen tau ttg yesus,,,
yg bner yg mana nech????
REO said:
Sejarah bukanlah apa yang telah terjadi. Sejarah adalah apa yang telah tertulis. Yesus sendiri bersabda, bahwa Ia datang sebagai anak manusia dan akan menjalani semua apa yang dialami oleh manusia. Bukankah itu juga termasuk pernikahan?
Saudaraku, sesungguhnya tidak ada yang hilang dari kejuruselamatan Yesus, jikapun Ia menikah. Bukankah justru jauh lebih baik kenyataan bahwa Yesus menikah daripada Ia mempunyai kedekatan dengan perempuan lain yang bukan saudaraNya dan juga bukan isteriNya.
Waktu telah menjadi saksi dari betapa banyaknya sejarah dan fakta tentang Kristus yang telah dimanipulasi, baik oleh Gereja dan pengikutNya sendiri, maupun oleh kaum Yahudi, Kaum Pagan, kaum pengikut Yohannes Pembabtis, Kaum Freementalis, dan lain-lainnya.
Di jaman renaisan, banyak hasil kolaborasi yang menciptakan pekerjaan seni yang lebih banyak mengandung unsur konspirasi ketimbang keimanan. Bahkan beberapa Paus di Vatikan pun mengalami distorsi yang sama.
Lantas mengapa kalian yang awam harus menjadi carut marut karenanya, terceraiberai karenanya?
Cukuplah dengan beriman kepada Tuhan, dan menjalankan kabar keselamatan yang diajarkan oleh Yesus sendiri dengan sepenuhnya. Jika menjalankan perintahNya saja kalian belum benar, bagaimana kalian bisa menilai kesalahan orang lain? Kalau untuk menjadikan diri sendiri benar saja kalian tidak mampu, bagaimana harus memaksakan kebenaran kalian kepada orang lain.
Fakta sudah jelas terpampang, Yesus adalah utusan Tuhan untuk menyelamatkan manusia, mengajarkan kabar baik dengan penuh CINTA. Ia dikandung dan dilahirkan oleh Perawan Maria. Ia juga meminta kepada orang-orang terdekatnya, 12 rasul termasuk di dalamnya Maria Magdalena untuk meneruskan ajaran-ajarannya ke seluruh muka bumi. Karena CINTA pula, Ia memilih untuk menggenapi nubuat dan karya keilahianNya, mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan memberikan contoh terbaik bagaimana Ia yang penuh keajaiban dan mukzizat, menerima takdirNya dengan ikhlas.
Kenapa ummatNya yang penuh CINTA harus selalu marah-marah? Atau kalian sesungguhnya bukanlah murid-murid sebagaimana yang diinginkanNya?
Gnome said:
alamat blog nya apa seh?? jd pnasaran.
Rabbi Yaakov Baruch said:
Shalom Alechem
Para Missionaris Kristen selalu mempunyai satu jurus dasar dalam men-covert kami bangsa Yahudi, yang diambil dari kitab Yesaya 53 yaitu :
53:1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
53:2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
Tetapi mereka lupa pada ayat ke 10 :
53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
Baca baik2 ayat diatas : \”ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut\”.
artinya kalau memang Yesaya 53 ini menunjukan nubuatan pada Jesus, maka menurut ayat ke 10, ia pasti menikah karena kelak akan mempunyai keturunan dan akan berumur panjang, tetapi kan kenyataannya sebaliknya, ia dipercaya tidak menikah, dan wafat pada usia 33 tahun, sehingga Yesaya 53 ini jelas menunjukan bahwa nubuatan ini BUKAN mengacu pada Jesus of Nazareth.
Regards
Rabbi Yaakov Baruch
Nb: ini hanya untuk sharing atau diskusi lintas agama saja, tidak ada maksud untuk menyerang keyakinan agama Krsiten. Thanks
Rabbi said:
@Rabbi Yaakov Baruch: Penafsir-penafsir Kristen tidak lagi melihat Perjanjian Lama (Tanakh) sebagai nubuatan dalam pengertian harafiah, tetapi lebih kepada pendekatan metaforis, khususnya spiritual (rohaniah).
Itulah sebabnya berkembang konsep-konsep “Israel rohani” (bukan lagi Israel sebagai keturunan darah Yakub, tetapi Israel dalam pengertian keturunan spiritual Abraham).
Maka, “keturunan” di sini tidak lagi dipandang sebagai keturunan lahiriah, melainkan keturunan rohaniah.
Bukan lagi “buah” (zera’) harafiah, tetapi “buah” metaforis. Sama seperti perkataan Yesus dalam Yohanes 12:24 “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”
Rabbi Yaakov Baruch said:
Shalom,
Nah ini dia letak permasalahan mendasar antara Yahudi-Kristen, yaitu konsep “Israel Rohani” sebab konsep ini adalah konsep sepihak yang sangat memojokan Bangsa Israel, sebab seolah2 Bangsa Yahudi sebagai Bangsa Israel yg resmi dianggap tidak lagi religius / rohani pada Tuhan. hal ini sangat tidak mendasar dari segi Alkitabiah, sebab Israel ya Israel, Indonesia ya Indonesia, Amerika ya Amerika, Belanda ya Belanda, tidak ada Indonesia Rohani, Amerika Rohani dan sebagainya. Konsep perumpamaan yesus mungkin hanya perumpamaan, tetapi bahasa TANACH, bukanlah suatu perumpamaan, melainkan benar2 nubuatan sesuai dengan apa adanya.
Rabbi Yaakov Baruch
http://www.yaakovbaruch.multiply.com
Rabbi said:
@Rabbi Yaakov: Sebenarnya tidak selalu konsep “Israel Rohani” dipahami sebagai konsep yang memojokkan Israel. Sebab, sebenarnya dalam pemahaman “Israel Rohani,” Israel tetap dianggap sebagai umat pilihan dan sebagai pohon induk itu sendiri.
“Israel Rohani” adalah umat cangkokan, sehingga dianggap sebagai pohon yang dicangkokkan kepada pohon induk tadi.
Pemahaman ini tidak menghilangkan status Israel sebagai umat pilihan apalagi menganggap Israel/Yahudi sebagai bukan bangsa religius.
Rabbi Yaakov Baruch said:
Shalom,
Pemahaman anda mungkin begitu, tetapi sangat berbeda dengan apa yg saya dengar langsung dalam khotbah2 pendeta2 dimana konsep Israel rohani ini “mematikan” Israel lahiriah krn katanya kami tidak masuk surga, sesat dll, sehingga Tuhan memilih umat kristen sebagai Israel baru yg akan masuk surga….”what kind of mind that????”
Rabbi said:
Ya, kekristenan memang telah berkembang menjadi sedemikian majemuknya. Makanya saya mengatakan “tidak selalu” artinya harus diakui bahwa ada kelompok-kelompok Kristen yang memang menganggap Yahudi sebagai “masa lalu” yang harus ditinggalkan.
Tapi, saya kira sulit menemukan pembenaran akan konsep itu di dalam Alkitab.
Rabbi Yaakov Baruch said:
Shalom,
Kekristenan memang sebuah agama yg independen dari Judaism / Torah, saya sangat menghormati hal tersebut sebab kekristenan secara sejarah dan ketetapan2nya banyak diputuskan diluar Israel, Roma, Yunani dll. yg menjadi masalah saat ada pimpinan2 Gereja yg “anti-semite” seenak nya aja menghakimi Bangsa Yahudi dengan hal2 negatif, semoga dapat diadakan dialog2 atau seminar2 yg menjembatani penganut kedua agama ini agar bisa saling menghormati satu sama lain.