Injil Barnabas: Masalah Isi

Maret 29th, 2007 by Admin Kirim Ke Teman Kirim Ke Teman

Injil Barnabas tebal sekali bila dibandingkan dengan kitab-kitab Injil yang terdapat dalam Perjanjian Baru. Jumlah pasalnya adalah 222. Banyaknya pasal itu mengingatkan kita akan kitab-kitab Diatessaron yang timbul sepanjang sejarah Gereja. Dalam kitab Diatessaron bahan-bahan dari keempat Injii digabungkan dan dijadikan satu. Dan memang ada kitab-kitab Diatessaron yang dikarang dalam bahasa Venezia dan dalam dialek Tuska.

Nah, Injil Barnabas pun untuk sebagian terdiri dari bahan-bahan yang terdapat dalam keempat Injil Perjanjian Baru. Kaitannya dengan beberapa Diatessaron bahasa-bahasa Italia sangat jelas kalau kita periksa isi Injil Barnabas pasal 1-9. Dalam Injil Barnabas 1-9 berturut-turut kita baca tentang:
- pemberitahuan tentang kelahiran Yesus
- mimpi Yusuf
- sensus penduduk
- kelahiran Yesus
- para gembala
- Yesus disunat
- para majus
- mimpi para majus
- Yesus diserahkan kepada Tuhan di Bait Allah
- pembunuhan kanak-kanak di Betlehem
- pengungsian ke Mesir
- tindakan Yesus di Bait Allah

Para pembaca yang mengenal isi Perjanjian Baru melihat bahwa bahan-bahan tersebut merupakan gabungan dari Injil Matius dan Injil Lukas Yang menarik perhatian ialah bahwa dalam sebuah Diatessaron dialek Tuska (pasal 3; 5-9; 12) peristiwa-peristiwa tersebut di atas diceriterakan dalam urutan yang sama; sedangkan peristiwa-peristiwa dalam Injil Barnabas pasal 3-9 sejajar dengan pasal 6-11 dalam Diatessaron dialek Venezia. Demikian juga masih dapat ditunjuk persamaan lain antara Injil Barnabas dengan kedua Diatessaron tersebut.

Dalam pasal 9 kita baca tentang segala macam kejadian lain dari hidup Yesus dan ajaran Yesus dengan tekanan pada ajaran Yesus. Isinya kurang lebih dua pertiga diambil dari keempat Injil. Misalnya, Yesus menyembuhkan seorang kusta (pasal 11); Yesus memilih 12 rasul (pasal 14); Perlukah membayar pajak (pasal 31); dan seterusnya.

Ada juga bagian-bagian yang sama sekali tidak mempunyai ikatan dengan Injil-Injil Perjanjian Baru” misalnya judul pasal 22 yang berbunyi, “Keadaan yang menyedihkan dari orang yang tidak disunat: seekor anjing lebih baik daripada mereka”, atau percakapan antara Abraham dengan ayahnya (pasal 26). Dalam pasal 35 kita baca tentang terjadinya pusat: setan meludahi manusia, dan Gabriel membuang ludah itu dan terjadilah pusat.

Peranan Ismael amat menonjol pula: di antara 10 orang kusta yang disembuhkan terdapat seorang Ismaeli (pasal 19); Abraham harus mengorbankan anaknya Ismael (pasal 44); kitab Taurat dikarang oleh seorang Ismaeli (pasal 192), dan Allah adalah Allah Abraham, Ishak dan Ismael (pasal 212).

Isi pasal-pasal terakhir banyak bedanya dengan keempat Injil. Sesudah perjamuan Paskah dan pengkhianatan Yudas, Yesus mau ditangkap. Ketika serdadu-serdadu mendekati Yesus “tibalah para malaikat kudus dan diambilnya Yesus dari jendela yang menghadap ke sebelah selatan. Diangkatnya Yesus dan diletakkannya di surga yang ketiga di tengah-tengah para malaikat yang memuji-muji Allah untuk selama-lamanya” (pasal 215).

“Dan berubahlah wajah Yudas menjadi wajah Yesus, sehingga Yudas ditangkap dan disalibkan, padahal disangka Yesus yang dibunuh! Ketika Yudas meninggal dan dikubur, para murid Yesus datang dan mencari mayat Yudas, karena disangkanya tubuh Yesus” (pasal 218).

Dalam pasal 219 Yesus menampakkan diri kepada ibunya dan beberapa orang lain. Dalam pasal yang berikutnya (pasal 220) Yesus berbicara kepada Barnabas, katanya, “Meskipun aku tiada bersalah di dunia, aku disebut ‘Allah’ dan ‘Anak Allah’, maka supaya aku tidak akan diejek oleh setan-setan pada hari kiamat, Allah berkehendak agar aku diejek oleh manusia dengan matinya Yudas yang dikira akulah yang telah mati di kayu salib. Dan ejekan itu akan terus berlangsung sampai datangnya Muhammad Rasul Allah, yang apabila ia datang akan mengungkapkan penipuan kepada mereka yang percaya akan syariat Allah”. (Ayat ini aneh sekali. Andaikata Injil Barnabas dikarang pada abad pertama, pengarangnya sudah tahu bahwa kitabnya akan tersembunyi sampai datangnya Muhammad. Lalu mengapa kitabnya itu ditulisnya?)

Yesus diangkat ke surga oleh empat malaikat (pasal 221). Pasal 222 merupakan pasal terakhir yang berisi serangan atas mereka yang menyebut Yesus Anak Allah seperti dilakukan oleh Paulus.

Yang menyolok dalam isinya ialah bahwa Yohanes Pembaptis sebagai perintis jalan Yesus (periksalah dalam keempat Injil: Matius 3, Markus 2, Lukas 3 dan Yohanes 1) sama sekali tidak disebut-sebut dalam Injil Barnabas. Mungkin hal itu disebabkan karena Yesus, yang dalam Injil Barnabas disebut Mesias, bertindak sebagai perintis jalan, semacam Yohanes Pembaptis bagi Muhammad. Padahal Yohanes Pembaptis disebut dalam Al-Quran (Surah 19:12-15). Tentu saja timbul berbagai-bagai pertanyaan apa sebabnya Injil Barnabas membungkam tentang Yohanes Pembaptis.

Menyolok juga bahwa, berbeda dengan isi Injil-Injil, Barnabas merupakan salah seorang dari 12 murid (pasal 14:100), bahkan seorang murid yang dengannya Yesus mengadakan percakapan-percakapan khusus (pasal 112:221). Dalam Perjanjian Baru Barnabas tidak termasuk orang-orang di sekitar Yesus. Baru dalam kitab Kisah Para Rasul (4:36, dan seterusnya) sesudah kebangkitan Yesus, kita dengar tentang seorang bernama Barnabas, namun orang itu tidak disebut dalam keempat Injil. Jadi di sini pun kita lihat adanya kekeliruan sejarah dalam Injil Barnabas.

Keseluruhan artikel dikutip dari Bab III Buku Seluk Beluk Buku Yang Disebut Injil Barnabas oleh Drs. B.F. Drewes dan Drs. J. Slomp yang diterbitkan oleh Yayasan Kanisius tahun 1983

Redaksi telah mengedit beberapa bagian (redaksional)

8 Comments on “Injil Barnabas: Masalah Isi”


  1. barbarnabas said:

    have u read Gospel of Barnabas??
    when u read it, you can feel the style of the writing is very good and it is seems “more closer” to Jesus.

    Either the writer of the Gospel use Matthew’s and Luke’s or simply vice versa, i think this gospel more authentic than both Matthew’s and Luke’s. The Gospels have similarities but Barnabas elaborate the sentences in very different dimension compare to other gospel and more deeper.

    In the case of role of Ismael, you must admit, that in old testament,
    1. Ismael is the legitimate firstborn of Abraham therefore has the right to claim birthright (even though he is son from Hagar the Slave).
    2. The Covenant was made between Abraham and the God is (logically) referred to Ismael.

    The expression in Genesis XV : 4 is fulfilled when Ismael is born, so Eliezer (chief servant of abraham) would no longer become Abraham’s heir.

    3. The promised territories which inhabited by 10 different kingdom in XVII 18-21(from Nile to Euphrates) NEVER been subdued by descended of Isaac but by those of Ismael (until now).

    The conclusion is; the Jews are jealous with Ismaelite because they know very well that in Ismael the covenant had been made (even though they are chosen people of God during that time).

    with Ismael, the the circumcision was concluded and the covenant was sealed.

    But Jews interpolated many passages in their scripture and said that was the word of God.

    They efface the name Ismael from the 2nd, 6th, 7th of chapter 22 and replace it with Isaac and Leave the epithet “thy only begotten son” to deny Ismael and violate the covenant between God and Ismael.

    The word “THINE ONLY SON WHOM THOU LOVEST, ISAAC” is leave to deny the presence of Ismael..
    If this sentences is refer to Isaac by God, TERMS “THINE ONLY SON” SHOULD NOT BE USED BY AS HE(GOD) NEVER DENIED THE LEGITIMACY OF ISMAEL AS THE SON OF ABRAHAM IN ANOTHER VERSES.

    The God whom made the Covenant is the same God whom made the Law of Inheritance in Deuteronomy 21: 15-17

    IT IS LOGIC THAT THE JEWS CHANGE the CHARACTER IN THIS CHAPTER? Then try to deny Ismael as the subject in the covenant by leave “THINE ONLY SON” phase, which then become the reason why i write this.

    Then, after the incident, Abraham with “Isaac” went to Bersyeba (house of Hagar), not Jerusalem (house of Isaac’s mother, Sarah)

    And I’m sorry to said that St. Paul use some irreverent about Hagar and this really contradicts with Barnabas (in his gospel)…
    May be, this type of manner is one of the factors why Barnabas leave Paul and go to Cyrus with Mark.


  2. Fahlewi di Bontang said:

    SHALOM
    Tolong posting semua terjemahan Injil APOKRIPA di situs ini ya ??
    saya tunggu

    wassalam


  3. Rabbi said:

    barbarnabas, I’ve read the Gospel of Barnabas. The gospel contains many mistakes about the real facts of Jesus. One of it’s mistake is about the year of jubilee. It says that the year of Jubilee was celebrated every a hundred years.

    In the time of Jesus, the year of Jubilee wasn’t celebrated every a hundred years. The year of Jubilee celebrated every a hundred years only in Christianity and never in Judaism.

    Christianity celebrated year of Jubilee every a hundred years only in 15th century. Never before and never after that period.

    The other mistake of the gospel is the using of the title “Messiah.” In that gospel, the title Messiah given to the Prophet Mohammed.

    We never found that title given to Mohammed in the other Gospels and even in the Qoran.


  4. Rabbi said:

    Fahlewi, belum semua kitab Apokrif tersedia dalam versi Bahasa Indonesia. Jika ada perkembangan, kami tentu akan menampilkannya di situs ini.

    Terima kasih atas supportnya.


  5. ketut sumija said:

    Saya sudah membaca lengkap Injil Barnabas.
    Rasanya memang berbeda cara pandang bila dibandingkan dengan empat Injil kanonik.
    Tetapi kalau soal perbedaan yang dipermasalahkan bukankah keempat Injil kanonik sendiri sangat berbeda satu dengan yang lain. Coba masing-masing (Injil Kanonik) buka soal kejadian gua kubur Yesus, kebangkitan, dan penampakan Yesus. Kempat Injil itu sangat berbeda. Dalam Injil Matius diceritakan ada seorang malaikan turun kebumi oleh karenanya terjadi gempa yang sangat hebat hingga batu penutup gua kubur terbuka dan kemudian malaikat duduk diatasnya. Peristiwa hebat ini sama sekali tidak disinggung dalam tiga Injil lainnya, padahal jelas-jelas menyebut satu peristiwa besar (setidaknya gempa buli yang hebat). Injil matius dan Markus menyebut malaikat yang datang seorang saja, tetapi dalam Lukas dan Yohanes disebut ada dua. Dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas tidak disebutkan Yesus menampakkan diri dalam gua kuburnya, tetapi dalam Yohanes, ketika para lelaki pulang kembali kerumah dan Maria Magdalena menjenguk dalam gua kubur, ia ditegur malaikat dan kemudian disapa Yesus yang dikiranya tukang taman.
    Bagaimana ini?
    Saya lebih sreg dan mudah memahami Injil Barnabas soal akhir perjalanan Yesus, bahwa ia telah diselamatkan Tuhan dengan diangkat langsung oleh malaikat dan menggantinya dengan keajaiban menyerupakan Yudas sebagai Yesus. Dengan demikian Yesus tidak dihinakan sedemikian rupa.
    Saya sangat yakin akan hal itu. Mahasuci Allah.


  6. Rabbi said:

    Pak Ketut Sumija, jika alasan Anda mengatakan bahwa Anda lebih sreg dengan Injil Barnabas hanya karena akhir perjalanan Yesus diceritakan lebih baik dibanding tiga Injil Sinoptik (Catatan: Injil Sinoptik hanya tiga, sebab Injil Yohanes tidak termasuk kategori Injil Sinoptik), sah-sah saja.

    Tapi, jika Anda membutuhkan kajian lebih dalam secara teologi dan historis, maka sebetulnya ada banyak kelemahan Injil Barnabas yang sangat fatal.

    Sebagai contoh, dalam Injil Barnabas dikatakan bahwa Nazaret terletak di tepi laut, padahal Nazaret terletak dekat Kana, jauh sekali dari Laut Mediterania.

    Yang lebih fatal dikatakan bahwa dari Kapernaum ke Nazaret, orang harus turun, padahal Kapernaum berada di dataran rendah dekat Danau Galilea.

    Jika Injil Barnabas ditulis oleh seorang Palestina atau katakanlah murid Yesus, maka merupakan hal yang sulit diterima akal sehat jika ia tidak tahu dimana letak Nazaret dan Kapernaum, sebab dua kota itu adalah termasuk dua kota yang sering dikunjungi Yesus.

    Nazaret sering disebut sebagai kota asal Yesus, sehingga ia disebut Yesus dari Nazaret, sedangkan Kapernaum adalah kota dimana Yesus terdaftar sebagai warga kota, sehingga kota itu sering disebut sebagai kampung halaman Yesus.

    Masih banyak kesalahan Injil Barnabas yang membuktikan bahwa Injil Barnabas bukan ditulis oleh murid Yesus ataupun oleh orang Palestina. Lebih ekstrim lagi, sangat diragukan bahwa Injil Barnabas ditulis oleh seorang yang percaya Yesus.

    Penulis Injil Barnabas juga bertentangan dengan al-Qur’an, sebab menurut penulis Injil Barnabas, yang disebut sebagai al-Masih adalah Nabi Muhammad SAW, bukan Nabi Isa AS, padahal jelas-jelas al-Qur’an mengatakan bahwa sebutan al-Masih adalah diperuntukkan bagi Isa ibn Maryam.


  7. ketut sumija said:

    Kalau saudara2 Kristiani meyakini adanya kejanggalan dalam Injil Barnabas (ada 10 hal) dan menyimpulkan penulisnya seorang yang sejalan dengan Islam itu adalah hal yang lumrah. Ingatlah, kita semua adalah orang yang sangat jauh jaraknya dalam kesejarahan Yesus. Bacalah dengan seksama. Keempat Injil (Matius-Markus-Lukas-Yohanes) yang notabene diyakini ditulis oleh murid Yesus itu sendiri bisa berbeda dan sama sekali tidak dipermasalahkan bahkan dianggap sama karena sejalan?
    Maaf, saya jadi penasaran hingga ikut terlibat dalam diskusi ini. \
    Coba sekarang kita fikirkan. Bagaimana kalau ada yang berpendapat nakal, begini: Soal kebangkitan Yesus itu sengaja dihembuskan oleh sekelompok orang dengan cara mencuri mayat lalu membuat cerita kebangkitan yang diberitakan malaikat. Dan pendapat yang lebih nakal lagi mengatakan kalau sesungguhnya cerita ditangkapnya Yesus hingga mengalami penyiksaan dan penyaliban hingga “kebangkitannya” adalah hembusan setan. Mungkin saja itu terjadi demikian dan benarlah yang diungkap dalam Injil Barnabas bahwa setan ingin memperolok Yesus. Ketahuilah, setan sejak awal mencobai Yesus dengan memberinya gelar ‘anak Allah’ bahkan gelar ‘Allah’ itu sendiri.
    Yakinkah saudara sekalian dengan pendapat nakal seperti itu?
    Sama halnya dengan pendapat bahwa atas dasar “cemburu’-lah orang Yahudi mengganti nama Ismail menjadi Ishak. Atas dasar cemburu pulalah orang Yahudi berusaha memutarbalikkan hukum dengan mengatakan anak sulung Ibrahim adalah Ishak!
    Keberpihakan. Itu adalah kunci mengapa ada perbedaan pendapat dan tidak ada titik temunya.
    Ada satu hal lagi. Soal sunat. Allah telah mengadakan perjanjian dengan Ibrahim hal sunat ini. Perjanjian antara Allah dengan Ibrahim sangatlah sakralnya sehingga Allah sendiri menajiskan umat yang tidak bersunat. Tetapi hal ini oleh Paulus dianggap sebagai perjanjian lama yang sudah tua dan usang, karenanya perlu diganti dengan perjanjian baru (atas kehendak siapa?). Menurut Paulus (dalam Galatia) bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. Sampai dimana kadar kebenarannya?


  8. Rabbi said:

    Pak Ketut Sumija,

    Problem pertama dan utama Injil Barnabas sebetulnya bukan pada problem teologis, melainkan problem geografis dan historis.

    Dalam menentukan suatu kitab masuk dalam kanon atau tidak, aspek geografis itu penting. Jika penulis tidak tahu dimana letak suatu kota, bagaimana bisa penulis itu diterima kebenaran ceritanya?

    Bayangkan ada orang bercerita “pada tahun 1945, Soekarno naik kapal laut dari Jakarta ke Bandung.” Sama saja dengan penulis Injil Barnabas berkata, “Yesus berlayar menyeberangi Danau Galilea menuju ke Nazaret” (jika Pak Ketut punya teks Injil Barnabasnya, lihat pasal 20-21).

    Saya kutipkan versi Inggrisnya: (ps. 22: “Jesus went to the sea of Galilee, and having embarked in a ship sailed to his city of Nazareth; whereupon there was a great tempest in the sea, insomuch that the ship was nigh unto sinking.”)

    Atau bayangkan jika ada yang bercerita, “Presiden SBY dilahirkan pada masa pemerintahan B.J. Habibie.” Itu sama saja dengan tulisan Injil Barnabas yang mengatakan, “Yesus dilahirkan pada masa pemerintahan Pontius Pilatus” (berdasarkan sejarah Romawi, Pontius Pilatus baru mulai memerintah tahun 26 Masehi. Pontius Pilatuslah yang menjatuhkan hukuman mati pada Yesus).

    Yang agak lucu dikatakan pada pasal 40 bahwa Adam dan Hawa memakan buah apel. Oh really?

    Jika Injil Barnabas tidak punya masalah pada aspek geografis dan historis, maka Injil Barnabas, kemungkinan dapat diterima sebagai kanon.

    Belum lagi, naskah tertua Injil Barnabas adalah bukan berbahasa Ibrani, Aram, Yunani atau Latin (bahasa-bahasa yang dipakai pada zaman Yesus), melainkan bahasa Eropa (Italia dan Spanyol).

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word