Anwar Ibrahim Tak Terbukti Sodomi
Kirim ke Teman Anda
5 September 2008 – 8:32
Kalangan dokter memastikan bahwa mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim tidak terbukti melakukan praktik sodomi seperti yang dituduhkan oleh lawan-lawan politiknya.
Dokter Mohamed Osman Abdul Hamid mengungkapkan dia telah memeriksa pria yang menuduh pemimpin opisisi Malaysia itu melakukan sodomi, tetapi tidak ditemukan bukti adanya praktik penyimpangan seksual.
“Tolong yakin bahwa saya hanya menjalankan tugas saya sebagai seorang dokter,” ujarnya kepada pers di Kuala Lumpur, kemarin. “Saya tidak berkecimpung dalam dunia politik. Saya akan selalu mengatakan yang sebenarnya.”
Anwar, yang berjanji akan merebut kekuatan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi pada pertengahan September, bulan lalu dituduh melakukan sodomi atas pria berusia 23 tahun, Saiful Bukhari Azlan.
Anwar, menurut temuan Osman, telah membuktikan tuduhan itu salah, walaupun pihak berwenang dari rumah sakit telah menyatakan bahwa dokter tadi tidak kompeten untuk membuat kesimpulan apa pun atas sodomi.
Osman memeriksa Saiful di sebuah rumah sakit swasta pada 28 Juni atau dua hari setelah tuntutan Saiful muncul.
Banyak tekanan
Dokter tadi kemarin mengulangi pernyataannya sebelumnya mengenai kebenaran pemeriksaan medis. Menurut Osman, dia meninggalkan Malaysia, menyusul terkuaknya laporan medis tersebut, karena “ada banyak tekanan besar” yang ditujukan kepadanya.
Dokter ini menekankan bahwa dia menghormati rahasia pasien dan tidak pernah berada dalam posisi melakukan pelanggaran kode etik.
Pengacara Mohamed Osman menyatakan dia tidak akan menguraikan secara detail kasus tersebut karena pengadilan atas Anwar belum dimulai.
Osman pada pernyataan sebelumnya mengatakan bahwa dia telah menyarankan Saiful untuk pergi ke rumah sakit pemerintah guna pemeriksaan kedua. Dokter itu mengaku tidak jelas apa yang sedang berlangsung di Malaysia, sehingga Saiful malah pergi ke kantor polisi dan mengisi lembar pengaduan atas Anwar.
Kasus ini merupakan tuduhan kedua tentang sodomi terhadap Anwar selama satu dekade. Mantan wakil perdana menteri itu dipecat pada 1998 karena dituduh melakukan sodomi sopir keluarganya dan dianggap menggunakan kekuatannya untuk menutupi tingkah lakunya.
Namun, Anwar menolak semua tuduhan tersebut, tapi tetap dipenjara hingga pengadilan tinggi Malaysia menjatuhkan dia bersalah atas kasus sodomi pada 2004.
Di samping pertarungan tuduhan terakhir, Anwar kembali memasuki parlemen bulan lalu melalui kemenangan dalam pemilihan umum sela di Permatang Pauh. [cbn]


