Awas! Lion Air Sangat Tidak Profesional
Kirim ke Teman Anda
|
5 November 2008 – 14:32
Pada hari Selasa, 4 November 2008, bermaksud untuk kembali ke Manado, setelah usai mengikuti acara Porseni IGTKI di Jakarta. Ini adalah kunjungan pertama mereka ke Jakarta dan merupakan saat pertama bagi mereka untuk menggunakan maskapai Lion Air.
Pada saat akan berangkat ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kami keliru memahami jadual keberangkatan yang tercantum pada tiket pesawat. Akibatnya, kami pun terlambat sampai ke bandara.
Meski terlambat, kami tetap mencoba masuk ke ruang check in, dan kami menghubungi petugas yang ada di loket 12 Lion Air di Terminal Keberangkatan 1A. Oleh petugas di sana kami diinformasikan bahwa pesawat sudah berangkat. Namun, kami dapat mengikuti penerbangan berikutnya pada jam 8.30 pagi. Dengan demikian, status kami adalah penumpang cadangan dan kami diminta menghubungi kembali petugas di loket 12 itu pada jam 8.
Untuk dapat mengikuti penerbangan berikutnya, kami diwajibkan membayar sebesar 50% dari harga tiket, yaitu sebesar Rp. 302.000,- per orang.
Mengingat waktunya masih cukup lama, yaitu sekitar 3 jam, serta belum adanya kepastian apakah kami bisa berangkat atau tidak, maka kami memutuskan untuk menunggu di luar ruang check in. Tidak ada pemberitahuan dari pihak Lion Air bahwa kami harus stand by di ruang check in.
Karena kedua calon penumpang dari keluarga kami sudah cukup lanjut usia, maka kami membantu mereka untuk mengurus keberangkatan dengan pesawat berikutnya.
Sekitar jam 7.30, kami mendatangi kembali loket 12 untuk menanyakan apakah ada tempat kosong untuk keberangkatan ke Manado. Namun, kami diminta untuk menunggu sampai jam 8 tepat.
Akhirnya, tepat jam 8 kami diinformasikan bahwa ada tempat kosong dan kami dipersilakan untuk membayar sebesar Rp. 604.000,- untuk dua orang.
Setelah membayar uang sebesar yang diminta, kami pun langsung keluar dan memberikan tiket baru yang diberikan pihak Lion Air kepada kedua calon penumpang dari keluarga kami. Saat itu, mereka sudah berada di antrian masuk ke ruang check in.
Tak lama kemudian, kami dikabari bahwa mereka tidak dapat berangkat karena terlambat beberapa menit dan bagasi mereka terlalu banyak. Padahal kami tidak mendapatkan pemberitahuan soal bagasi dan tidak dipanggil melalui pengeras suara bandara untuk segera ke pesawat.
Pihak Lion Air menganggap ini sebagai kesalahan kami, dan tiket kami dinyatakan hangus termasuk uang sebesar Rp. 604.000,- yang kami tambahkan untuk mendapatkan tiket cadangan.
Bagi kami, ini merupakan akibat dari sangat tidak profesionalnya pelayanan Lion Air.
Pertama, kami tidak diberitahu soal waktu yang tersisa untuk segera naik ke pesawat, yang ternyata waktunya hanya tersisa sekitar 15 menit.
Kedua, kami tidak diberitahu soal batas bagasi yang bisa dibawa, sehingga kami berpikir bahwa bagasi kami masih harus ditimbang, yang ternyata pihak Lion Air hanya mengizinkan bagasi yang bisa masuk ke kabin.
Ketiga, tidak ada penjelasan ditail soal prosedur jika kami dinyatakan sebagai penumpang cadangan untuk penerbangan berikutnya. Pihak Lion Air menganggap kami sudah mengetahui prosedur itu, padahal selama kami menggunakan maskapai Lion Air, belum pernah kami mengalami kasus terlambat seperti ini.
Kami merasa sangat kecewa dan dijebak oleh sistem yang ada di Lion Air.

