Pasang iklan banner di O! News hanya Rp. 1.000 per klik
Cari Tahu Arti Nama Anda:

Peti Mati Yesus Ditemukan

Kirim ke Teman Anda Kirim ke Teman Anda | 28 February 2007 – 17:34
Berdasarkan penemuan sepuluh peti batu di Yerusalem pada tahun 1980, diklaim bahwa mayat Yesus beserta istrinya, Maria Magdalena, dan anak-anak mereka, telah ditemukan.

Berdasarkan tulisan kuno yang ada pada peti mati tersebut, ditambah lagi dengan hasil uji DNA terhadap potongan kain yang ditemukan di samping peti-peti itu, para ahli menyimpulkan bahwa gua itu merupakan tempat Yesus dan keluarganya dimakamkan.

Klaim ini tentu saja menggemparkan bagi seluruh umat Kristen di seluruh dunia, sebab, mayoritas umat Kristen berkeyakinan bahwa Yesus betul-betul bangkit secara fisik. Bahkan, dalam keimanan Kristen yang ortodoks, Yesus tidak pernah menikah sampai ia disalibkan dan terangkat ke surga.

Klaim penemuan kuburan dan peti mati Yesus beserta keluarganya itu dikemukakan oleh para pembuat film dokumenter di Kanada. Film dokumenter itu akan ditayangkan oleh Discovery Channel pada hari Minggu (4/3) dan Vision TV Kanada pada 6 Maret mendatang.

Film dokumenter berjudul The Lost Tomb of Jesus itu berdurasi 90 menit dan disutradarai oleh Simcha Jacobovici. Sedangkan James Cameron menjadi produsernya.

Menurut James Cameron, yang pernah menyutradarai film Titanic, dan Jacobovici, pembuat film asal Kanada, pembuatan film dokumenter itu bukanlah ditujukan untuk menyerang Kekristenan, melainkan hanya untuk menunjukkan kehidupan yang sebenarnya dari Yesus Kristus.

Jacobovici yang lahir di Israel itu mengatakan bahwa film dokumenter ini hanyalah bermaksud untuk memperkenalkan cerita itu kepada dunia dan biarlah para ahli yang mempertimbangkannya.

Dalam jumpa pers di New York Public Library pada hari Senin (26/2), Cameron, yang juga pernah meraih Piala Oscar, dan Jacobovici, yang pernah meraih Piala Gemini, menunjukkan dua peti mati yang terbuat dari batu, yang mereka yakini sebagai peti mati Yesus dan Maria Magdalena.

Peti mati tersebut ditemukan di sebelah selatan Yerusalem, tidak jauh dari Gereja Makam Kudus di Yerusalem Tua, yang oleh mayoritas umat Kristen diyakini sebagai tempat Yesus dimakamkan dan kemudian bangkit.

Berbagai reaksi pun bermunculan dengan rencana penayangan film dokumenter tersebut. Rev. Canon William Cliff, rektor Huron University College, meragukan klaim tersebut. Dasar argumen Cliff, yang juga mengajar teologi di Anglican Church of Canada, adalah keyakinannya bahwa Yesus benar-benar bangkit.

Sementara itu, pakar kitab suci di Yerusalem, Joe Zias, mengatakan bahwa film dokumenter itu hanyalah omong kosong. "Sampai sejauh ini tidak ada kredibilitas" kata Zias. "Itu hanyalah sebuah cerita lama yang dirilis ulang. Cerita pertama telah dipatahkan pada tahun 1996 oleh BBC."

Zias menambahkan bahwa peti mati yang ditemukan pada tahun 1980 di Yerusalem hanyalah beberapa di antara 200-an peti mati lainnya, dan tidak ada yang bisa diklaim sebagai peti mati Yesus.

Namun, para pembuat film dokumenter punya argumen lain. Menurut mereka, enam dari sepuluh peti mati yang ditemukan di Talpiyot, Yerusalem, itu bertuliskan tulisan Aramik kuno, termasuk "Yesus putra Yusuf," "Maria," kemungkinan ibu Yesus, "Mariamne," yang merupakan nama asli Maria Magdalena," serta "Yudas anak Yesus."

Talpiyot adalah tempat dimana peti mati "Yakobus saudara Yesus" pernah ditemukan dan menjadi kontroversi pada tahun 2003. Namun, peti mati tersebut akhirnya dinyatakan palsu oleh otoritas benda-benda purbakala Israel pada 18 Juni 2003, sehingga Oded Golan, si pemilik peti dituduh melakukan pemalsuan oleh kepolisian Israel.

Peti mati Yesus diyakini berbeda dengan peti mati Yakobus, sebab para ahli di Lakehead University, Ontario, Kanada, telah melakukan uji genetik terhadap material-material yang ditemukan di peti mati tersebut dan mengatakan bahwa material-material tersebut adalah milik Yesus dan Maria Magdalena.

Berdasarkan bentuk gua dimana peti-peti tersebut ditemukan, diduga bahwa Yesus dan Maria Magdalena adalah sepasang suami-istri. "Para arkeolog forensik menyimpulkan bahwa mereka adalah suami dan istri," kata Jacobovici.

Amos Kloner, salah satu arkeolog terkenal mengatakan bahwa penemuan peti mati di Talpiyot itu justru membuktikan bahwa klaim film dokumenter itu adalah keliru. Alasan Kloner adalah nama-nama yang disebutkan oleh Jacobovici adalah nama-nama yang umum dan banyak digunakan oleh orang-orang Yahudi pada zaman Yesus. Selain itu, Talpiyot merupakan tempat pemakaman umum yang digunakan oleh masyarakat kelas menengah di Yerusalem. Sementara, menurut alkitab, Yesus dimakamkan oleh seorang kaya dari Arimatea.

Menanggapi hal itu, Jacobovici mempersilakan kepada para ahli untuk mengritisi film dokumenternya (oyr79).

*** dari berbagai sumber
  1. Satu komentar untuk “Peti Mati Yesus Ditemukan”

  2. wow…

    Oleh fox pada Aug 16, 2008

Kirim Komentar