Pasang iklan banner di O! News hanya Rp. 1.000 per klik
Cari Tahu Arti Nama Anda:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (belum ada)
Loading ... Loading ...

Tak Dapat Duit Reses, Anggota DPRD Mencak-mencak

Kirim ke Teman Anda Kirim ke Teman Anda 5 September 2008 – 8:44

Legisaltor dari Fraksi Partai Golongan Karya (FPG) DPRD Makassar, Nasran Mone, Kamis (4/9), mengamuk di ruang bendahara Sekretariat DPRD Kota Makassar. Penyebabnya sepele, ia belum menerima honor reses sebesar Rp 4,5 juta. Korbannya, Adelia Mariani, Bendahara DPRD Makassar.

Adelia sampai terisak-isak karena dibentak-bentak oleh Nasran. “Selama empat tahun saya mengabdi di sini, baru kali ini saya mendapat perlakuan seperti ini,” kata Adelia dengan suara tercekat kepada wartawan.

Berbagai sumpah serapah diucapkan Nasran kepada perempuan yang merangkap sebagai Kepala Bagian Keuangan DPRD Makassar tersebut. Setelah itu, Nasran bergegas setelah menerima uang dari bendahara.

Kejadian memalukan tersebut terjadi pada saat pembagian honor reses oleh Bendahara DPRD Makassar setelah melakukan reses pekan lalu. Setiap anggota dewan menerima uang tunai sebesar Rp 4,5 juta untuk masa reses selama tiga hari.

Hampir seluruh anggota dewan yang berjumlah 45 orang telah menerima honor tersebut kecuali Nasran yang sedang menerima tamu.

Karena tidak memiliki waktu untuk naik ke lantai dua, tempat penerimaan honor, Nasran mengutus staf Komisi A, Kartini, untuk mewakili dirinya mengambil honor tersebut.

Di bagian keuangan, Kartini ditolak dengan alasan bahwa penerimaan honor tidak bisa diwakili. Lagi pula, Kartini tidak dilengkapi dengan surat kuasa dari Nasran untuk mengambil uang tersebut.

Selama empat kali Kartini bolak balik dari Komisi A ke lantai dua, namun ia tetap ditolak.

Tidak terima dengan perlakuan itu, Nasran berinisiatif naik ke lantai dua.

Dengan suara keras, ia mempertanyakan alasan bendahara tidak memberikan uang tersebut kepada perwakilan staf Komisi A.

Merasa tidak terima dengan kata-kata yang dianggap kasar oleh Nasran, Adelia menggelar jumpa pers dan mengungkapkan kekecewaannya pada legislator bertubuh gempal tersebut.

“Terus terang saya sangat keberatan, Pak Nasran harus meminta maaf kepada saya karena saya merasa tidak bersalah,” katanya.

Selang beberapa menit kemudian, Nasran kembali. Bukannya meminta maaf, ia kembali mencak-mencak di depan Adelia.

“Seandainya kamu bukan perempuan sudah kulawan. Sayangnya kau ini perempuan,” ujarnya dengan suara meninggi.

Menurut Nasran, tugas staf adalah melayani anggota dewan dan tidak menerapkan aturan yang ribet dan sangat kaku.

Nasran membantah kalau dirinya mengamuk, menurutnya, suaranya memang keras karena itu sudah menjadi stylenya. [trb]

Kirim Komentar

1 User Browsing This Page.
Users: 1 Guest