Tanker Bajakan Memasuki Somalia
Kirim ke Teman Anda
|
18 November 2008 – 16:33
Angkatan Laut Amerika Serikat mengatakan kapal tanker minyak raksasa milik Arab Saudi yang dibajak di Lautan India kini mulai memasuki wilayah perairan Somalia.
Siriur Star adalah kapal tanker terbesar yang pernah dibajak, dengan kargo 2 juta barel minyak - seperempat produk harian Arab Saudi - bernilai lebih dari 100 juta dolar.
Kapal ini dibajak dalam operasi yang disebut oleh angkatan laut sebagai serangan “yang belum pernah terjadi sebelumnya” sekitar 830km lepas pantai Kenya pada hari Sabtu.
Seratus dua puluh lima awak kapal dinyatakan dalam keadaan selamat.
Operator tanker ini, Vela International, mengatakan tim reaksi telah dikerahkan untuk memastikan keselamatan kapal dan awaknya.
Wartawan BBC bidang keamanan, Frank Gardner, mengatakan aksi pembajakan ini tidak biasa, baik dari ukuran kapal dan lokasi, yaitu dibajak di luar wilayah laut Afrika.
Lokasi pembajakan ini menurut wartawan BBC di luar jangkauan gugus tugas angkatan laut multi nasional yang awal tahun ini dikerahkan untuk menghentikan pembajak Somalia beraksi di wilayah perairan Afrika .
Armada Kelima Amerika Serikat mengatakan supertanker ini “hampir mendekati lokasi lepas jangkar” di Eyl, pelabuhan yang biasa digunakan oleh para pembajak asal wilayah Puntland Somalia.
Admiral Mike Mullen, Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, mengatakan pembajak yang terlibat dalam operasi ini semua terlatih baik.
“Jika mereka sudah bisa memasuki kapal, sangat sulit mengusir mereka, karena kini mereka memiliki sandera,” ujarnya dalam jumpa pers di Pentagon, Washington.
Harga minyak naik
Biro Maritim Internasional mengatakan aksi pembajakan di lepas pantai Afrika Timur dan Teluk Aden - dengan luas wilayah lebih dari 1 juta mil per segi - merupakan sepertiga dari keseluruhan pembajakan global tahun ini.
Aksi pembajakan itu biasanya berakhir dengan damai setelah dilakukan perundingan soal uang tebusan, namun karena nilai kargo tanker ini, reaksi dari militer bukan tidak mungkin dilakukan.
Setidaknya 12 kapal - antara lain kapal freighter milik Ukraina dengan membawa 33 tank dan peralatan militer lain yang dibajak bulan September lalu - ditambah 250 awak kapal masih belum dibebaskan dan perundingan terus dilakukan.
Bulan ini saja, para pembajak menahan sebuah kapal kargo milik Jepang di lepas pantai Somalia, kapal nelayan Cina di lepas pantai Kenya dan sebuah kapal pembawa zat kimia milik Turki dibajak di lepas pantai Yaman.
Somalia yang dilanda perang tidak memiliki pemerintah sejak tahun 1991 dan anarki yang terjadi di daratan menyebar ke lautan dalam beberapa tahun terakhir.
Kapal Sirius Star buatan Korea Selatan ini dibajak dalam perjalanan menuju Amerika melalui jalur ujung selatan benua Afrika dan peristiwa ini menyebabkan harga minyak mentah global pun naik.
Rute melewati Tanjung Harapan merupakan jalur utama super tanker yang membawa minyak dari kawasan Teluk.
Super tanker Sirius Star memiliki ukuran, panjang 330m dengan kapasitas 318.000 ton.
Kapal ini dimiliki oleh perusahaan Arab Saudi, Aramco, dan mulai berlayar pada bulan Maret.
Awak kapal yang disandera berasal dari Inggris, Kroasia, Filipina, Polandia dan Arab Saudi. [bbc]

