Pasang iklan banner di O! News hanya Rp. 1.000 per klik
Cari Tahu Arti Nama Anda:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (belum ada)
Loading ... Loading ...

Warnet Mesum Marak Di Kota Malang

Kirim ke Teman Anda Kirim ke Teman Anda 10 January 2008 – 0:49

Sudah menjadi rahasia umum warung internet (warnet) di Kota Malang sering dijadikan tempat untuk praktik mesum. Entah hanya sekadar menonton film biru sampai melakukan tindakan yang mengarah pada perbuatan asusila.

Pantauan Surya di beberapa warnet film biru tersebut memang tersedia dalam server. Jumlahnya tidak hanya satu dua film saja, namun dalam satu CPU bisa mencapai puluhan dengan durasi bermacam-macam.

Mulai satu menit sampai satu setengah jam. Para pengunjung dan operator warnet sepertinya juga sudah maklum dengan hal tersebut. Seperti yang terdapat di salah satu warnet di kawasan jalan Soekarno Hatta sekitar Taman Krida Budaya, Minggu (6/1) lalu.

Saat Surya memasuki salah satu bilik warnet yang dijaga oleh seorang perempuan berjilbab, suasananya biasa-biasa saja. Tak ada keganjilan yang terjadi malam itu. Hanya beberapa orang pengguna warnet dengan mimik wajah serius tengah menatap monitor sambil mengenakan head set.

Sesekali tangan kanan mereka menggerak-gerakan mouse seperti biasanya. Namun setelah beberapa saat, terdengar “suara ganjil” yang membuat penasaran. Setelah diperhatikan, suara tersebut ternyata berasal dari sebuah bilik yang terdapat di pojok ruangan.

Bilik tersebut ditempati seorang pria muda berusia 25 tahunan berwajah sedikit kusam dengan jaket di pangkuannya. Anehnya, kedua tangan pria tersebut tidak memegang mouse ataupun keyboard komputer, namun berada di bawah jaket.

Suara ganjil yang terdengar sangat nyaring. Bahkan dipastikan semua orang termasuk operator yang berada di warnet tersebut dapat mendengarnya. Namun si pria itu terkesan cuek, dan tetap menikmati tontonannya. Pengalaman tersebut juga dialami oleh Rudi,23, mahasiswa PTS dikawasan Dinoyo.

Malam itu, seperti biasa, sebagai mahasiswa broadcast, dia tengah browsing tugas di salah satu warnet dikawasan Jl MT Haryono. Saat itu, dia bersama sang pacar yang kebetulan satu kampus. Di bilik depan Rudi, sepasang pria dan wanita seusianya juga tampak tengah serius menatap komputer.

Awalnya Rudi dan pacarnya tidak melihat suatu keganjilan pada sepasang pengguna di depannya itu. Saat jarum jam menunjukan angka satu, pacarnya menunjuk ke arah bilik depan tadi. Dengan jelas Rudi menyaksikan, kedua orang itu tengah asik berciuman.

Sambil sesekali tangan si pria menggerayangi tubuh teman wanitanya. “Mereka sebenarnya tahu dilihat oleh kami, tapi sepertinya mereka cuek. Mungkin kami juga dianggap sama oleh mereka,” papar mahasiswa semester tujuh ini.

Ahmad, 21, juga mempunyai pengalaman tak jauh berbeda saat browsing di warnet di kawasan Jl Galunggung. Mahasiswa PTS di kawasan Terusan Dieng itu, melihat sepasang muda-mudi tengah berasyik masyuk disebuah bilik warnet.

“Si ceweknya berjilbab dan pura-pura tidur dengan menundukan kepalanya di atas meja monitor,” cerita Ahmad. Ahmad mengaku risih melihat hal tersebut dan melaporkannya kepada operator yang berjaga. Namun sang operator justru hanya tersenyum mendengar pengaduannya itu.

“Akhirnya saya minta pindah bilik,” tandasnya. Sementara salah seorang operator sebuah warnet yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa terhadap peristiwa-peristiwa semacam itu. Sebab diakuinya, salah satu daya tarik warnet adalah tersedianya privacy dalam bilik.

Selain itu, juga film biru yang ada juga berguna untuk menarik pengunjung yang rata-rata berusia muda. “Kalau ditegur, takutnya para pengunjung menjadi enggan kesini,” ujarnya. Langkah untuk memberantas hal itu sudah dilakukan oleh Polwil Malang. Pada 27 Desember 2007 lalu, diadakan razia untuk menjaring warnet-warnet yang menyediakan film-film mesum. Hasilnya sebanyak 138 unit komputer berisi film-film mesum disita dari lima warnet. “Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi dari karyawan dan pengunjung,” ungkap Kapolwil Malang Kombes Syafrizal Ahiar, Selasa (8/1).

Perda Pengawasan Usaha Warnet

Maraknya bisnis warnet ‘esek-esek’ di Surabaya cukup membuat gerah kalangan DPRD Surabaya serta Dinas Perdagangan. Keduanya memandang pemkot perlu segera membentuk perda khusus penertiban serta pengawasan usaha warnet.

“Ini sangat memungkinkan di Surabaya mengingat bisnis warnet kian menjamur. Belum lagi, warnet yang tak berizin saat ini jumlahnya lebih banyak daripada yang mengantongi izin,” kata Didik Sahadi, Kepala Bidang (kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Penanaman Modal (Disperindag) Pemkot Surabaya, Selasa (8/1).

Hingga saat ini, warnet di Surabaya yang mengantongi izin usaha hanya berkisar 240 buah. “Yang tersebar di kampung-kampung jumlahnya lebih banyak. Ini membuat tenaga kami sulit untuk menyelidiki,” lanjutnya.

Apalagi, jika mengawasi kegiatan maupun aktivitas di dalam warnet. “Kami memaklumi tengara Dewan bahwa ada banyak warnet yang dijadikan tempat mesum. Terutama warnet yang dibangun di tempat-tempat tersembunyi, agak tertutup dan desain partisinya sangat privacy. Ini sangat memberi peluang penyebaran pornografi,” selorohnya.

Untuk melakukan pengawasan ke arah sana, Didik mengatakan, perlu peran serta penuh dari masyarakat. Persoalannya saat ini belum ada regulasi yang jelas secara nasional yang mengatur izin usaha pendirian warnet.

Didik mengakui jika bentuk perizinan pendirian usaha warnet selama ini masih cukup longgar. Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Ahmad Jabir mengatakan, pembatasan akses situs porno melalui sekolah-sekolah, setidaknya dapat menjadi langkah awal meminimalisasi penyebaran pornografi. “Sekolah perlu membatasi siswanya mengakses situs porno. Untuk itu kita mendorong agar Dindik (Dinas Pendidikan, Red) membuat surat edaran ke seluruh sekolah terkait pembatasan situs porno tersebut,” katanya.

Surya © 2008

  1. 2 komentar untuk “Warnet Mesum Marak Di Kota Malang”

  2. yo wes ben to cak . . .

    Oleh asem pada May 18, 2008

  1. 1 Trackback

  2. Feb 13, 2008: Razia Warnet Porno — diary ku

Kirim Komentar

1 User Browsing This Page.
Users: 1 Guest